What will I wanna be?
Bandung, 6 Oktober 2009
Hari ini perdana pertama kali gw pergi ke perpustakaan bagian jurnal dan skripsi. Perasaan yang belum pernah gw rasakan ketika pertama kali lihat-lihat dan branstroming di sana tentang apa yang akan dijadikan topik skripsi gw. Tadi gw baca 2 buah skripsi dari anak angkatan 2000 tentang pendidikan dan pariwisata terus hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keren cuy skripsi-skripsi mereka.
Tapi rasa keren gw sirna ketika setelah selesai baca tulisan-tulisan tersebut, terbayang di kepala gw “mau jadi apa nanti gw kalo udah lulus?” Sebuah pertanyaan yang kian hari kian terasa gaungnya di kepala gw. kehidupan masa sekarang yang menciptakan mahasiswa siap untuk menganggur. Gw takut kalo ngebayangin itu semua. Semua jerih payah orang tua gw akan berakhir tragis karena gw adalah seorang pengangguran. Such a useless person. Bukan maksudnya mendeskreditkan bagi yang merasa dalam keadaan unemployed bahwa teman-teman sama dengan unemployment dan terus gak ada berguna sama sekali.Tapi gw berprinsip bahwa hidup gw harus terus berlanjut dan gak boleh stuck atau bahkan stop karena hal tersebut.
Maka dari itu, dari jauh-jauh hari gw dah sempet browse dan surfing bagaimana gw akan melanjutkan hidup gw setelah lulus. Either continue my education or go to the real world, working.
Suatu saat, dalam pencarian gw, gw menemukan situs bc (british council) dan lanjut kuliah dengan beasiswa ke Inggris. Gw sangat excited dan pengen banget ke sana for some reasons.
Pertama, yang udah jelas, gw gak mau jadi involountarily unemployment tapi gw juga gak mau bekerja asal aja. Gw mau insist stick to my long life plan, impian gw dari dahulu, AN AMBASSADOR terus kalo udah pensiun jadi pengusaha sekaligus mengabdi sama kampus gw jadi seorang dosen untuk membayar kegagalan gw menjadi seorang asdos.
Kedua, gw terobsesi pada sebuah novel karangan seorang Indonesia yang beruntung dapat belajar di 2 Universitas hebat di Eropa. Di salah satu buku tetralogi novelnya, ia bercerita tentang betapa ramahnya para english people dan bagimana kehidupan di sana. I thought it was amazing to live in such a friendly people with beautiful view.
Ketiga, salah satu cita-cita gw adalah bisa punya anak di stadion. Maksudnya gini, gw pengen istri gw nanti melahirkan anak gw di dalam stadion OLD TRAFFORD, the theatre of dreams. Cita-cita dan mimpi yang gw rasa cuma bisa diraih dengan kerja keras dan never give up even the situation torn you apart. lol.
Dari semua alasan dan yang gw ungkapkan tadi kenapa gak ada satu pun yang bersinggungan dengan masalah derajat atau level pendidikan di Inggris? Karena gw merasa semua bagus-bagus dan bagaimana di gw bisa menyerap apa pun ilmu yang diajarkan sama gw aja yang akan membuat gw lebih baik lagi bukan karena di Inggris lebih ini dari negara itu. Memang sih ada benernya tapi bagi gw 3 alasan itu udah lebih dari cukup untuk meledakkkan asa gw untuk kuliah di Inggris semakin membuncah-buncah.
What will I wanna be? I just want to be me. I am what I am! Never give up in any kind of situation even it will torn you apart.
-fin-
Dedicated to: Kompetisi Blog EducationUK
The URI to TrackBack this entry is: http://haikalananta.blogdetik.com/2009/10/06/what-will-i-wanna-be/trackback/





[...] , Fadhilatul Muharam , Saumi Rizqiyanto , Odi Hutajulu , Besty Puspa Yustika , Sakti Soediro , Haikal Ananta Setiawan , Julijanta Gunawan , Rita Chrisna , Jeremy Gemarista , Riana Ambarsari , Nur Aprilia Ramadhona , [...]